Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Napas Panjang Partai Ummat Islam (PUI) Warisan Prof. Deliar Noer

 Napas Panjang Partai Ummat Islam (PUI) Warisan Deliar Noer Intelektual di Ruang Publik: Ketika Sang Profesor Turun Gunung Suara itu tenang, nyaris lirih, namun sarat akan ketajaman analisis seorang begawan ilmu politik. Profesor Deliar Noer—disertasi doktoral pertama tentang gerakan Islam modernis di Indonesia dari Cornell University—bukan tipe akademisi yang betah berlama-lama di menara gading. Ketika keran demokrasi dibuka selebar-lebarnya pada 1998, ia bersama para tokoh pemikir Islam mengambil langkah taktis: mendirikan Partai Ummat Islam (PUI). Bagi Deliar, PUI bukanlah sekadar kendaraan elektoral musiman. Kelahirannya dilandasi oleh kegelisahan intelektual melihat sejarah panjang fragmentasi politik Islam yang kerap kandas akibat ego faksional. Ia bermimpi merajut kembali benang merah orientasi umat yang berserak, menghadirkan wadah politik yang bermartabat, bersih, dan berakar pada substansi nilai-nilai Islam modernis, bukan sekadar jualan simbolik. Namun, panggung Pemilu 1...

Postingan Terbaru

AJR ; Pemekaran Provinsi Bukan Solusi

Profile Abdullah Amas

The Khofifah Institute Puji Kebijakan WFH Gubernur Khofifah Tiap Rabu

Hadapi Krisis Global 2026, APN Ajak Generasi Muda Miliki Tabungan Cadangan 4 Bulan dan Setop Gaya Hidup ‘Flexing’

Pernyataan Blunder Bela Bahlil Meski Salah, Eks Ketum HMI ARH Dinilai 'Amatiran' Baca Arus Publik

HEBOH! Abdullah Amas Tantang Audit Transparan Harta Megawati, SBY, hingga Jokowi: "Berani Bersih, Berani Diaudit

PUI (Partai Ummat Islam) Sang Partai Neo-Masyumi Menyongsong Pemilu 2029

Amas Puji Tulisan Susmila Akmal Berjudul ; El Yunusiyah dan Tugas Mengembalikan Jati Diri Perempuan Minangkabau

Dasco, Komandan Yang Tak Pernah Tidur

Majelis Alumni FEMMI Dipimpin Abdullah Amas