MADAS-APN Beri Penghargaan Dokter Andre Tokoh Kehormatan Yang Disukai Warga Madura, Yakin RSDA (Rumah Sakit Dokter Andre) Jadi Pilihan Warga Madura


Namanya lekat di kantong-kantong perkampungan Sidoarjo. Tanpa sekat, tanpa hitung-hitungan tarif. Dari bilik klinik hingga panggung politik, ikatan batin itu kian karib.


SURABAYA — Siang itu, atmosfer di Sekretariat DPP Majelis Madura Asli-Aliansi Pemuda Nasional (MADAS-APN) terasa berbeda. Gelombang kehangatan mengalir di antara para pengurus dan tokoh yang hadir. Bukan sekadar silaturahmi biasa, sebuah mandat moral resmi diserahkan: penghargaan bergengsi sebagai Tokoh Kehormatan Yang Disukai Warga Madura dinobatkan kepada dr. Andre Yulius.


Bagi Sayidi, Sekretaris Jenderal DPP MADAS-APN, apresiasi ini bukan lahir dari ruang hampa atau sekadar gimik seremonial. Ada rekam jejak panjang yang berbicara di tingkat akar rumput.


"Terbukti perolehan suara di Pileg kemarin banyak berasal dari kampung-kampung Sidoarjo yang relatif banyak orang Madura," ujar Sayidi dengan nada bersemangat, menggarisbawahi betapa kuatnya kepercayaan komunitas tersebut kepada sosok dokter yang juga dikenal sebagai Dewan Pakar LSM LIRA itu.


Bukan rahasia lagi di kalangan warga perantauan Madura di Sidoarjo, dr. Andre memiliki tempat tersendiri. Rekam jejaknya dalam menolong warga secara cuma-cuma di klinik kesehatannya menjadi cerita dari mulut ke mulut. Bakti sosial yang konsisten menyasar kantong-kantong pemukiman warga Madura menegaskan bahwa kepeduliannya bukan sekadar proyek musiman, melainkan panggilan nurani.


 




Keterangan Gambar : Pengurus DPP MADAS - APN ketika menemui salah satu Politisi


Tak berhenti pada apresiasi hari ini, MADAS-APN juga menaruh harapan besar ke depan. Mereka optimistis bahwa proyek mercusuar kesehatan yang tengah disiapkan sang dokter—Rumah Sakit Dokter Andre (RSDA)—akan segera bertransformasi menjadi idola baru bagi warga Madura, baik yang merantau di berbagai penjuru Jawa Timur maupun di pulau garam itu sendiri.


Pesan Persatuan dan "Madunya" Jawa Timur

Mendapat kehormatan tersebut, dr. Andre Yulius tak lantas jumawa. Melalui juru bicaranya, Abdullah Amas selaku Humas, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada DPP MADAS-APN serta seluruh elemen masyarakat Madura.


"Dokter Andre Insya Allah selalu siap berkontribusi untuk warga Madura," ucap Amas meneruskan pesan sang dokter. Tak lupa, sebuah pesan krusial dititipkan: agar warga Madura senantiasa menjaga kerukunan, hidup guyup, dan merawat kewaspadaan terhadap segala bentuk isu SARA yang berpotensi memecah belah.


Dalam pandangan dr. Andre, komunitas Madura memiliki arti strategis yang teramat besar bagi konstelasi sosial di tanah rantau. Dengan puitis, ia menyebut bahwa Madura adalah "madunya" Sidoarjo dan Jawa Timur—penyokong dinamika sosial dan ekonomi yang manis dan penuh warna.


Karena itu, ia mendorong agar warga Madura di berbagai profesi tidak pernah ragu untuk bersuara dan mengambil peran aktif mengawal kemajuan daerah.


"Dan saya minta kepada Warga Madura untuk, kalau ada apa-apa, keluhan jangan diam saja. Sampaikan aspirasi ke DPP MADAS-APN, misal bagaimana jalan-jalan diperbaiki dan sebagainya ya. Salut buat MADAS-APN yang senantiasa mengajak warga aktif peduli daerah, khususnya Warga Madura," tegas dr. Andre menutup perbincangan.


Sebuah aliansi kultural yang kian kokoh. Di tangan dr. Andre dan MADAS-APN, batas-batas administratif lebur menjadi ikatan kekeluargaan yang autentik—menyalakan asa baru bagi kesehatan dan masa depan warga Madura di tanah Jawa Timur.

Dokter Segala Bangsa

Sebetulnya bukan saja Warga Perantauan Madura di Sidoarjo. Warga NTT dan Papua di Perantauan Sidoarjo pun banyak merasakan kebaikan Dokter Andre. Wajar Dokter Andre dijuluki "Dokter Segala Bangsa"

Percakapan dengan Gemini

Komentar

Postingan Populer