Selamat Ulang Tahun Prabowo, Puncak Tertinggi Kebijaksanaan
*SELAMAT ULANG TAHUN PAK PRABOWO ; PUNCAK TERTINGGI KEBIJAKSANAAN*
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02dFYaubtMMe9YsyTcknyPo61SMvSej3HzFEjHWYJ1hsLp1swo6gjKcQQPyfq2dtM8l&id=100064325763149
Ulang tahun hanyalah deretan angka sebagai penanda usia manusia. Ulang tahun tidak terkait apapun dengan kedewasaan berpikir, kebijaksanaan, pun kematangan emosional dalam pengambilan keputusan.
Seperti kata Anton Pavlovich Chekov, seorang penulis besar Rusia modern, "Kebijaksanaan datang bukan dari usia, tetapi dari pendidikan dan pembelajaran". Sebuah pesan tak terbantahkan.
Dalam literatur populer, kebijaksanaan mensyaratkan bahwa manusia harus memiliki beberapa aspek, yaitu pengalaman, informasi yang cukup, dan kemampuan pengambilan keputusan secara kompleks dan dialektis.
Sementara Birren dan Fisher (1990) melacak unsur-unsur kebijaksanaan melalui serangkaian integrasi dari afektif (perasaan), konatif (perilaku), dan kognitif (kesadaran) dalam kemampuannya merespons kewajiban dan tanggung jawab.
Aspek kognitif, ditandai dengan kemampuan individu untuk memahami yang terjadi di kehidupannya. Terkait hubungan antar-individu dan antar-kelompok. Kemampuan menilai orang lain dan kelompok merupakan seni tersendiri bagi seorang yang bijaksana. Konatif terkait dengan kecenderungan perilaku dan tindakan yang terlihat dari ekspresi, mimik wajah, pernyataan, maupun ucapan. Afektif adalah komponen kebijaksanaan yang berkaitan dengan sistem perilaku dan nilai-nilai.
Bapak Prabowo Subianto yang saya pahami, telah berada pada puncak tertinggi kebijaksanaan itu.
Sembilu sejarah sudah membentuknya sebagai manusia kuat dengan hati dari baja. Tak terhitung berapa kali beliau dikhianati oleh orang yang sudah dibantu dengan sepenuh hati. Kondisi itu tidak membuat Pak Prabowo jera untuk membesarkan dan mengangkat derajat putera-puteri bangsa terbaik. Ikhlas!
Pak Prabowo ditempa oleh banyak realitas politik. Selalu bersinar di setiap kemenangan, bahkan kekalahan sekalipun. Anda bisa bayangkan, memimpin orang-orang yang digilas kekalahan tentu mengandung kadar kerumitan yang tak gampang. Berlipat-lipat kali beratnya.
Di tengah-tengah kesedihan dan penderitaan yang merangsek tanpa kenal ampun itu, beliau mengucapkan kata-kata indah yang akan dikenang oleh sejarah, 'becik ketitik olo ketoro.' Sebuah pepatah Jawa, artinya kurang lebih begini: yang baik akan kelihatan dan yang buruk akan tampak.
Kami, para kader partai dan masyarakat di negeri ini membutuhkan sosok Prabowo Subianto. Seorang Patriot yang bijaksana. Dicintai rakyat. Mempersatukan seluruh elemen bangsa. Dihormati oleh kawan maupun lawan. Disegani bangsa-bangsa asing.
Selamat ulang tahun Pak Prabowo. Puncak tertinggi kebijaksanaan. Panjang umur aperjuangan.
Senin Legi, 17 Oktober 2022
*( Abdul Kholik )*
Dipublikasikan oleh : Analisa Teruji Madani (ATUM) Institute


Komentar
Posting Komentar