ATUM Institute Dukung Landasan Filosofis Prabowo Di Bidang Pertahanan

 


ATUM Institute: LANDASAN FILOSOFIS PRABOWO DI BIDANG PERTAHANAN*

( _Peace, Prosperity & Strong Defence di Indo Defence 2022_ )

 

Oleh : Abdul Kholik 


https://www.facebook.com/Santri.Proletar/posts/486334196854102


Pada tulisan sebelumnya (cek link di bagian akhir tulisan ini) saya sudah uraikan sederet prestasi Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Bapak Prabowo Subianto  (PS08) sebagai Menteri Pertahanan RI di kabinet Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.


Ada satu prestasi unggulan yang perlu saya uraikan di sini, yaitu Pameran Industri Pertahanan Terbesar se-Asia Tenggara bertajuk Indo Defence 2022 Expo and Forum. Acara akbar tersebut tidak tanggung-tanggung, diikuti oleh 905 insdustri pertahanan dari 59 negara, yang digelar selama 3 hari berturut-turut, 2-5 November 2022.


Event ini sebelumnya vakum selama 4 tahun. Selain karena dampak COVID-19, juga karena persoalan lainnya. Namun di bawah kepemimpinan PS08, Indo Defence mulai bangkit lagi dengan pendekatan yang lebih baru dan segar. 


Sangat menarik ketika Indo Defence 2022 kali ini memilih tema Peace, Prosperity, Strong Defence. Perdamaian, Kemakmuran, Pertahanan yang Tangguh.


Sederet prestasi tersebut dan tema akbar Indo Defence 2022 tidak tiba-tiba muncul. Bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Melainkan melalui proses yang panjang, perencanaan yang matang, dan tentu saja melalui perenungan sejarah dan filsafat pertahanan yang mendalam.


Pada kesempatan ini, saya akan menguraikan sedikit terkait landasan filosofis PS08 di balik Indo Defence 2022 dan prestasi gemilang lainnya.


Sebahagian besar kita sudah mahfum bahwa PS08 sering merujuk beberapa filosofi yang beliau sebut mendorong pemikiran dalam arah kebijakan umum kementerian pertahanan yang beliau pimpin.


Pertama, filosofi dari Thucydides yang masyhur dalam kalimat, “The Strong will do what they can and the weak will suffer what they must”. Secara bebas dapat diartikan dengan, "Yang kuat akan berbuat apa yang dia mampu perbuat dan yang lemah akan menderita'. Dalam hal ini PS08 menyebutkan bahwa Indonesia tidak bisa dibiarkan lemah. Dengan biaya berapapun Indoneaja harus kuat, sehingga "tidak diinjak-injak oleh bangsa lain".


Kedua, filosofi dari Vegetius Renatus : "si vis pacem para bellum'. Artinya "jika kau menghendaki perdamaian, bersiaplah untuk perang". Suka tidak suka, realitas menyebutkan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai dengan adanya stabilitas keamanan, pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran. Rakyat yang perutnya terisi dan menguasai logistik yang cukup akan lebih siap ketimbang rakyat yang kelaparan.


“Pertahanan harus dipandang sebagai sebuah investasi dan bukan hanya sekedar biaya,” ujar Kata Prabowo.


Singkatnya, PS08 menginginkan sistem pertahanan yang terintegrasi dan wilayah pertahanan yang logis rasional, dan industri pertahanan yang kokoh dan kuat yang bisa menghasilkan komponen-komponen alutsista vital dalam negeri. Menurut PS08 keterlibatan aktif rakyat secara luas adalah komponen penting dalam pertahanan sebuah negara.


Filosofi yang mendasari kebijakan di bidang pertahanan adalah Perdamaian, Kemakmuran, dan Pertahanan Tangguh.


“Kalau terpaksa terlibat dalam perang, perang yang akan kita laksanakan adalah perang rakyat semesta, the concept of the total people’s war. Itu adalah doktrin Indonesia, selama ini lahir dari sejarah kita bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara”, Kata Prabowo.


Lebih dalam lagi, sesungguhnya tidak ada negara merdeka dan modern tanpa riset dan penelitian mendalam yang merdeka dan terbuka, dan tidak ada negara berdaulat tanpa penguasaan teknologi yang akan membentuk masa depan. Masa depan yang baik adalah yang menyiapkan kaum muda yang kuat. Karena kaum muda inilah yang akan melanjutkan sistem pertahanan hari ini.


Sebagai contoh saya uraikan di sini. Perancis, negeri para filsuf, rumah bagi 69 juta manusia. Dengan Produk Domestik Bruto Nominal yang tinggi sebesar US$2,856 triliun, pertumbuhan PDB sekira 2,3% pada tahun 2017, dan pendapatan perkapita sebesar US$44.100 atau setara dengan Rp573 juta (bandingkan dengan rata-rata pendapatan penduduk Indonesia setahun yang hanya sebesar Rp59,1 juta), mendapuk Perancis di urutan ke-7 sebagai negara pengekspor terbesar di dunia.


Data demografi Perancis mencatat jumlah angkatan muda (usia 15-24 tahun) sebesar 8 juta jiwa. Sedangkan jumlah usia produktif (15-64 tahun) sebesar 68% dari total jumlah penduduk. Prancis sebagai negara maju dan angka harapan hidup yang tinggi memiliki struktur kependudukan yang sesuai dengan "piramida batu nisan" yaitu penduduknya yang berusia tua jumlahnya hampir sebanding dengan yang berusia muda. Dengan kondisi tersebut, tak heran jika Macron memberikan perhatian khusus kepada anak-anak muda Perancis sebagai pembentuk Negara masa depan.


Bagaimana dengan Indonesia ?


Kamis, 21 Januari 2021 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil sensus penduduk tahun 2020. Dari hasil survei sepanjang Februari-September 2020 itu tercatat jumlah generasi Z (lahir antara tahun 1997-2012) mencapai 75,49 juta jiwa (27,94 persen). Sedangkan, generasi milenial (periode lahir 1981-1996) mencapai 69,90 juta jiwa atau setara dengan 25,87 persen dari total populasi sebesar 270,2 juta.


Negara melalui Peraturan Presiden No. 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017-2045 sesungguhnya sudah menetapkan 10 (sepuluh) fokus riset dalam PRN 2017-2019, yaitu 1) fokus riset pangan; 2) fokus riset energi; 3) fokus riset kesehatan dan obat; 4) fokus riset transportasi; 5) fokus riset teknologi informasi dan komunikasi; 6) fokus riset pertahanan dan keamanan; 7) fokus riset material maju; 8) fokus riset kemaritiman; 9) fokus riset kebencanaan; dan 10) fokus riset sosial humaniora, seni budaya dan pendidikan.


Sayangnya, anggaran riset Indonesia hanya Rp35 triliun per tahun. Itu pun harus dialokasikan ke 45 Kementerian/Lembaga (KL). Artinya anggaran sangat kecil dan tidak terasa manfaatnya.


PS08 bukan tidak memahami situasi itu. Beliau sangat berharap kepada anak-anak muda yang aktif mendaftar program Bela Negara atau yang bergabung sebagai Komponen Cadangan.


Negeri ini berlimpah generasi Z dan milenial. Mereka tak sekadar voter pembentuk konfigurasi politik nasional. Lebih dari itu, mereka adalah penguasa digital, pemilik teknologi kecerdasan buatan, teknologi persenjataan tempur, teknologi pertanian, mikroelektronik, teknologi kesehatan, energi dan ruang. Demikian pula, teknologi kuantum yang penuh dengan janji dan harapan. Merekalah anak-anak muda pembentuk masa depan. Anak muda adalah kunci.


Pesan yang paling kuat yang saya tetap ingat sampai sekarang adalah sepenggal pidato PS08, "Hei, anak-anak muda Indonesia. Kalian bisa menjadi apapun yang kalian mau. Jadi pengusaha, politisi, hakim, jaksa, TNI atau Polri. Tetapi ketika negara, bangsa dan rakyatmu memanggil, maka berikanlah semua yang terbaik untuk Ibu Pertiwi".


Indo Defence 2022 bukan sekadar ajang unjuk kekuatan belaka yang akan membuat potensi perdamaian, kemakmuran dan pertahan tangguh dapat terwujud di dunia, namun lebih dari itu, merupakan cerminan filosofi PS08 di bidang pertahanan.


Sampai jumpa di Indo Defence 2022 Expo and Forum, 2-5 November 2022 di JIExpo Kemayoran.


Tulisan terkait :

PRESTASI GEMILANG PRABOWO DI BIDANG PERTAHANAN

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=485679010252954&id=100064325763149 

Rabo Pahing, 02 Nov 2022

( Abdul Kholik )


Di publikasikan oleh; Atum Burhanudin.SH 

Pengamat Publik di ATUM (Analisa Teruji Madani) Institute  

Dukungan pada Prabowo juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif ATUM Institute Abdullah Amas. Dengan tantangan 8 penjuru mata angin saat ini memerlukan ksatria yang sudah waktunya hadir membersamai Pemerintahan Joko Widodo. "Kalau telat sedikit bisa runyam karena dunia modern saat ini adalah sejatinya Hutan belantara dimana banyak harimau dan ular bisa memangsa kapan saja, kini Indonesia punya Menteri Pertahanan yang jenius dan sigap membangun benteng NKRI"tegasnya 



Komentar

Postingan Populer