ATUM Institute: Sisi Lain Sang Komandan


 ATUM Institute: Sisi Lain Sang Komandan


Author by: Kader Gerindra


Ya, apa yang saya ungkap ini sebenarnya rahasia..Jangan bilang siapa siapa..Ini tentang sisi lain dari komandan kami, Bang Sufmi Dasco ..Hehehe..


Kalau kalian melihatnya di televisi, beliau biasanya hanya berbicara singkat singkat saja..Jarang mengumbar retorika..Pernyataannya langsung langsung saja ke inti permasalahan..Tak bertele-tele..Seperti acuh tak acuh..Tapi tegas dan wibawa..


Kesan yang tertangkap, beliau sosok yang sulit didekati..


Tapi siapapun yang mengenalnya lebih dekat, pasti akan terasa sifat perduli, empati, dan bertanggung jawab terhadap pasukannya..


Bayangkan, di tengah kesibukannya memimpin DPR RI dan menjadi penjalin komunikasi antar elit politik negeri ini, supaya tetap sejuk dan harmonis, tak jarang beliau mengirim WA kepada saya bertanya hal yang remeh temeh bagi seorang yang sudah di pusaran elit negeri ini..


" Itu si Polan gimana kondisi sakitnya..Belum sembuh sembuh ya ? " tanya nya lewat WA tentang kondisi seorang kader Partai Gerindra yang saya yakin beliau pun tak terlalu ingat wajahnya..Tak pernah bertemu secara khusus..Biasanya yang bersangkutan mengirim Wa ke beliau meminta bantuan..


" Itu memang benar anak si A masih opname di rumah sakit ? " ujarnya pada kiriman WA yang lain..Biasanya jika seperti itu, beliau sudah berkali kali mengirim bantuan untuk membantu biaya pengobatan anak kader Partai Gerindra tersebut..


Ya, jika memang layak dibantu, beliau tak segan membantunya..Padahal mungkin, beliau tak hafal betul siapa yang dibantunya..


" Kemarin, anak ku pas kena Covid di Jakarta, Bang Dasco yang perduli mengirim obat herbal agar anakku bisa cepat sembuh..Memang baik kali komandan itu.." ujar seorang teman..Ya, lagi lagi, saya berani bertaruh, komandan belum pernah bertemu secara khusus dengan bapak dan anak itu..


Pun, begitu jika pasukannya sedang menghadapi masalah terkait dengan urusan politik dan hukum, beliau akan turun tangan membantu menuntaskan masalah tersebut..


" Lu, tiarap dulu..Biar gua tuntaskan urusan lu dengan kapolda..Jangan buat statment yang memanaskan suasana.." perintahnya padaku saat menjelang Pilpres 2019 dulu..


Beliau turun langsung ke Sumut agar masalah tersebut segera tuntas..Padahal, saya tak pernah mengadu sekalipun soal masalah itu kepadanya..Bahkan beliau jugalah yang berjibaku keliling ke beberapa Polda mengusahakan agar beberapa tokoh ulama dan tokoh penggerak aksi 212 dibebaskan dari tahanan..Beliau sendiri yang menjadi penjamin pembebasan tersebut..Tak perduli yang dibebaskan itu kenal atau tidak dengannya..


Ya, sangat jarang sekali kita menemukan sosok elit yang mau seperti itu..Biasanya elit itu duduk manis di menara gading kekuasaan..Tak mau turun langsung, menyibukkan diri menuntaskan urusan urusan kecil di level bawah yang tak bersentuhan langsung dengan kepentingan politiknya..


Tapi tidak dengan komandan kami, kalau kalian punya kesempatan mengenalnya lebih dekat, akan sangat terasa beliau adalah sosok komandan yang perduli, empati, dan bertanggung jawab pada segenap pasukannya..

Sahabat lain bercerita dia membantu anak kuliah


"Gue bantu setengahnya ya"kata sang Komandan


15 menit kemudian dikirim


"Dua jam kemudian saya sampaikan ke Komandan kalau sudah terbayarkan"kenang seorang sahabat atas kebaikan Sufmi Dasco Ahmad tersebut




Kesaksian Bunda Inge Mangundap.


Waktu saya kena Covid Bang Dasco juga kirim obat herbal.


Ya soal kesehatan pasukan pun berdasarkan kesaksian tersebut dasco sangat peduli



Sementara itu Direktur Eksekutif ATUM Institute Abdullah Amas menjelaskan bahwa dirinya melihat Sosok Sufmi Dasco merupakan Politisi terbaik dan membuat Gerindra solid dari atas sampai sktruktur bawah dengan kepeduliannya


"Kepeduliannya banyak diceritakan sahabat-sahabatnya, dia sosok yang dibutuhkan dan selalu menjadi bapak bagi semua yang mengenalnya, keberuntungan bagi Gerindra  menemukan pemimpin seperti Prabowo dan Sufmi Dasco"ujar Amas


Sehat dan sukses selalu komandan kami !..


Dipublikasikan oleh: Atum Burhanudin.SH

Pengamat publik di ATUM Institute (Analisa Teruji Madani)

Komentar

Postingan Populer