Chaos Alam Dan Perubahan Sistem Politik Bisa Gagalkan Pemilu


 Chaos Alam Dan Perubahan Sistem Politik Bisa Gagalkan Pemilu


Pemilu 2024 diprediksi gagal

 karena chaos Alam atau juga perubahan sistem Politik. Ramai menyebut Indonesia akan kembali ke sistem Kerajaan.


Kekacauan Alam menjadi ancaman nyata mengingat situasi saat ini amat tak kondusif.


Beragam tantangan yang tak mudah dalam empat sampai lima tahun luar biasa. Sementara di 2024 atau 2025 akan ada kekuatan baru dunia yaitu Pakistan


Maka yang terdekat bila Pemilu tidak jadi atau gagal adalah perpanjangan jabatan Presiden.


2023-2027/2028 adalah masa kritis dan 2024/2025 atau 2025-2026/2027 adalah masa bangkitnya kekuatan baru global yaitu Pakistan


ANTARA TIGA PERIODE, DEADLOCK DAN PIRAMIDA POLITIK


Cerpen Kecil Geopolitik


Ada dua asumsi narasi yang dapat ditebak atas penggebyaran isu 'ekonomi akan gelap gulita di 2023' nanti. Adapun asumsi narasi alias skenario tersebut ialah: 


1. Tidak ada pemilu pada 2024 karena APBN super-defisit. 'Kas kosong'. Negara kekurangan/tidak ada anggaran untuk membiayai hajatan Pemilu 2024; 


2. Ekonomi tetap baik-baik saja (tidak gelap gulita), dan diklaim sebagai keberhasilan pemerintah. 


Selanjutnya muara dari dua narasi di atas diprakirakan membidani dan/atau mengerucut pada dua isu sangat strategis, antara lain: 


Pertama, upaya untuk mengamandemen ke-5 UUD 1945 khususnya penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode; 


Kedua, perpanjangan waktu (extanding extra time) jabatan presiden ditambah tiga tahun lagi.


Akan tetapi, dalam praktik operasional ketatanegaraan -- dua isu dimaksud bakal menemui jalan buntu (deadlock) akibat ketiadaan Piramida Politik usai amandemen empat kali (1999, 2000, 2001 dan 2002) UUD 1945. Kenapa? Sebab, MPR yang seyogianya selaku puncak/pucuk Piramida Politik tidak lagi berwenang menerbitkan Ketetapan/Tap MPR sebab ia telah berubah menjadi lembaga tinggi selevel DPR, DPD, BPK, MK dll. MPR bukan lagi lembaga negara tertinggi.


Chaos Alam Dan Perubahan Sistem Politik Bisa Gagalkan Pemilu




Pemilu 2024 diprediksi gagal

 karena chaos Alam atau juga perubahan sistem Politik. Ramai menyebut Indonesia akan kembali ke sistem Kerajaan.


Kekacauan Alam menjadi ancaman nyata mengingat situasi saat ini amat tak kondusif.


Beragam tantangan yang tak mudah dalam empat sampai lima tahun luar biasa. Sementara di 2024 atau 2025 akan ada kekuatan baru dunia yaitu Pakistan


Maka yang terdekat bila Pemilu tidak jadi atau gagal adalah perpanjangan jabatan Presiden.


2023-2027/2028 adalah masa kritis dan 2024/2025 atau 2025-2026/2027 adalah masa bangkitnya kekuatan baru global yaitu Pakistan


ANTARA TIGA PERIODE, DEADLOCK DAN PIRAMIDA POLITIK


Cerpen Kecil Geopolitik


Ada dua asumsi narasi yang dapat ditebak atas penggebyaran isu 'ekonomi akan gelap gulita di 2023' nanti. Adapun asumsi narasi alias skenario tersebut ialah: 


1. Tidak ada pemilu pada 2024 karena APBN super-defisit. 'Kas kosong'. Negara kekurangan/tidak ada anggaran untuk membiayai hajatan Pemilu 2024; 


2. Ekonomi tetap baik-baik saja (tidak gelap gulita), dan diklaim sebagai keberhasilan pemerintah. 


Selanjutnya muara dari dua narasi di atas diprakirakan membidani dan/atau mengerucut pada dua isu sangat strategis, antara lain: 


Pertama, upaya untuk mengamandemen ke-5 UUD 1945 khususnya penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode; 


Kedua, perpanjangan waktu (extanding extra time) jabatan presiden ditambah tiga tahun lagi.


Akan tetapi, dalam praktik operasional ketatanegaraan -- dua isu dimaksud bakal menemui jalan buntu (deadlock) akibat ketiadaan Piramida Politik usai amandemen empat kali (1999, 2000, 2001 dan 2002) UUD 1945. Kenapa? Sebab, MPR yang seyogianya selaku puncak/pucuk Piramida Politik tidak lagi berwenang menerbitkan Ketetapan/Tap MPR sebab ia telah berubah menjadi lembaga tinggi selevel DPR, DPD, BPK, MK dll. MPR bukan lagi lembaga negara tertinggi.


End__ 


RE: Global Economic Forecast 2023 (Projeksi Global Ekonomi 2023). 


Tahun 2023 dan 2024 adalah tahun-tahun sulit, banyak krisis dan berbahaya.

......

....

https://www.conference-board.org/topics/global-economic-outlook#:~:text=The%20Conference%20Board%20forecasts%20global,2024%2D2035%202021%202022%202023

.....

...

Oleh: Chris Komari

Activist Democracy

Activist Forum Tanah Air (FTA) USA & Global.

.....

....


Tahun 2021, global economic growth mencapai 6%. Tahun 2022, global economic growth turun drastis hanya 3.2%.


Tahun 2023, global economic growth diprojeksikan akan turun lagi sekitar 2.7% hingga 2.1%.


The trend continues to weaken, from bad to worse, dari 6% turun hingga sekitar 2% or, less.


Itu artinya apa...???


Artinya ekonomi dunia (global ekonomi) akan berada dalam zona resesi atau mendekati resesi (reccesionary territory).


Apa dampaknya terhadap Indonesia...???


Bagi negara yg memiliki "industrial economic base" seperti Indonesia, global economic crisis is a big problem for Indonesia karena secara fundamental, ekonomi Indonesia masih lemah dan banyak tergantung pada sektor industry.


Sektor industry mayoritas tergantung pada  export barang mentah (raw materials) atau barang jadi keluar negeri.


Ketika global economic in crisis, negara importers juga mengalami krisis ekonomi dan keuangan dalam negeri dan kegiatan export barang itu akan turun drastis bahkan berhenti.


Dalam kasus krisis ekonomi di negara RRC CHINA, projeksi global economists ternyata meleset dan lebih buruk dari faktanya.


Tahun 2022, projeksi economic growth RRC dari para global economists dalam link di article ini was 3.3%.


Tetapi faktanya, economic growth RRC tahun 2022 hanya 3.2%, lower than projected baik oleh Xi Jinping 5.5%, atau oleh economist international 3.3%.


Tahun ini 2022, banyak projeksi economic growth dari para economists global yg memiliki economic data yang sangat comprehensive, masih juga meleset. 


Apalagi projeksi economic growth dari ekonom Indonesia yg diperoleh data dari Google...???


Ada data international lain yg menyatakan, economic growth RRC tahun 2022 hanya 2.8%, dan ada data yg mengklaim economic growth di RRC tahun 2022 hanya 0.5% karena kebijakan zero covid policy dan continuous lockdowns, sehingga economic growth di RRC hampir tidak ada down to 0%.


Intinya, economic growth global continues to weaken and down.


Krisis ekonomi di RRC akan membawa dampak ekonomi yg sangat luas secara global, termasuk di Indonesia karena sektor export-import akan jauh berkurang.


Sementara itu, biaya operational (overheads) disemua perusahaan dan korporasi berjalan terus, tidak berhenti dan tidak berkurang. 


Dalam kondisi seperti itu, sulit bagi perusahaan menengah dan perusahaan besar untuk  bertahan terlalu lama dalam waktu 1 tahun hingga 2 tahun (2023/2024). Mostly likely akan banyak melakukan PHK, downsizing atau gulung tikar.


Beda dengan negara yg memiliki kombinasi employment base economic dan industrial economic base....!!!


Negara itu masih akan bisa menghadapi economic downturn tidak separah negara yg mayoritas bersumber pada industrial base economic. 


Karena employment dalam negeri yg tinggi dan solid masih bisa memberi regular income kepada pekerja dan BURUH.


In turn, penghasilan pekerja dan buruh itu akan dibelanjakan yg bisa memutar ekonomi dalam negeri (domestic equity market) dan memenuhi kebutuhan penerimaan income tax revenues bagi negara itu.


Sehingga negara yg memiliki kombinasi employment base economic dan industrial economic base, tidak susceptible terhadap global economic crisis. 


Minimal tidak separah negara yg hanya tergantung pada sektor industry (industrial economic base) seperti Indonesia.


Itu dari sisi ekonomi. 


Bagaimana dengan suhu politik di tanah air pada tahun 2023 dan 2024...???


Ini yg lebih mengkhawatirkan in my assessments. 


I have a bad feeling, chaos dan turmoil besar akan terjadi lagi ditanah air melihat perkembangan konstililasi dan polarisasi politik di tanah air saat ini yg semakin tajam.


I hope, I am wrong on this.


1). Bagaimana reaksi publik bila ada seorang kandidat yang secara politik dijegal dan dikerjain, sehingga tidak bisa ikut NYAPRES?


2). Bagaimana bila ada kandidat yang dikerjain dalam PILPRES sehingga kandidat yg mendapat dukungan besar, massive dan luas di Indonesia tidak menang PILPRES...???


3). Bagaimana bila penguasa sekarang; dengan berbagai alasan, tricks dan manunver politics akhirnya mendapatkan dukungan penuh dari partai politik, ABRI, POLRI dan DPR untuk menunda PEMILU 2024...???

....


Apakah publik akan berdiam diri seperti PILPRES 2019....??? 


Sepertinya tidak, dan itu yg mengkhawatirkan.


3 peristiwa diatas sangat bisa triggering political chaos, turmoil and instability di tanah air, karena saat ini saja, tensi politik sudah sangat tinggi, padahal PILPRES 2024 masih 2 tahun lagi.

.....


Untuk menghindari potensi kerusuhan itu, aktivis FTA USA dan FTA global selalu aktive memberikan edukasi publik agar semua anggota masyarakat menjadi intelligence voters, atau minimal menjadi well-informed voters, sehingga tidak mudah dihasut oleh fitnah dan hoaxes.

...


Kesulitan ekonomi masih bisa dicarikan solusi, tetapi kerusuhan politik sangat sulit di remedy. 


Menghindari krisis politik jauh lebih mudah,  daripada cleaning up the mess...!!! 


Sayangnya etika politik dan kesadaran politik para pejabat negara dan politisi ditanah air sangat rendah, sehingga menimbulkan rasa sentiment dan kekecewaan publik sangat besar, mudah terhasut dan doctrinized.

......

....

Diolah oleh :Tim Analisa Strategis Dan Kajian Intelejen Pergerakan Bersama HMI : Diolah Dari Berbagai Sumber

Komentar

Postingan Populer