ATUM Institute : Negosiasi Memukau Anis Matta Didepan Prabowo Cs Menjadikan Hidayat Nur Wahid Sebagai Wakil Ketua MPR 2014-2019
Ust AM : Negosiator Ulung
Saat Rapat KMP tentang ploting Pimpinan MPR RI periode 2014 - 2019, PKS terancam tak dapat jatah karena 2 alasan :
1. Jatah kursi Pimpinan MPR tak lebih banyak dari jumlah Anggota Partai yang tergabung dalam Koalisi KMP.
2. PKS memiliki Kursi yang lebih sedikit dibandingkan Partai lain Anggota koalisi, sehingga tidak wajar PKS dapat jatah Pimpinan MPR lagi karena sdh dapat jatah Pimpinan DPR RI, karena ada Partai Koalisi KMP yang tidak mendapat jatah pimpinan DPR.
Perhatikan bagaimana UMAM memainkan peran yang cantik di hadapan Pimpinan Partai Besar lainnya yang sudah gaek dalam politik, antara lain : Akbar Tanjung, Abu Rizal Bakri,Amien Rais,Prabowo, Hatta Rajasa, Surya Darma Ali dan lain-lain. Sementara di kepala mereka masing2, yang penting bagaimana kader Partainya dapat jatah Pimpinan MPR. Saat2 kritis itu apa kata UMAM, perhatikan dibawa ini :
UMAM : Saya ini punya masalah..., Seperti Bapak2 Ketahui, ada issue dua Faksi di PKS, yaitu Faksi Kesejahteraan dan Faksi Keadilan. Fahri Hamzah mewakili Faksi Kesejateraan dan sdh dapat jatah Wakil Ketua DPR. Kalau Pak HNW ( Wakil Faksi Keadilan ) tidak bisa jadi Pimpinan MPR, wah habis saya... berarti benar issue yg mereka buat bahwa ANIS MATTA hanya memperhatikan faksi Kesejateraan saja. Begini saja, Kalau Pak HNW ga dapat jatah Pimpinan MPR lebih baik saya mundur saja jadi Presiden PKS, titik.
Semua Pimpinan Partai lain tegang termasuk Surya Darma Ali, yang tidak mau kadernya 2 kali ditinggal dan tidak dapat jatah memegang Pimpinan Lembaga Negara. Betapa terkejutnya tiba2 berdiri Prabowo ;
PRABOWO : Pak Anis jangan mundur, Biar jatah Gerindra diambil Pak HNW...
Mengapa Pak Prabowo berani mengorbankan Gerindra demi PKS, karena dia tahu bahwa Pak Anis Matta adalah tulang punggung KMP. Hilang Pak Anis maka hancur KMP.
Utamakan Kesolidan
Langkah Anis Matta yang mengundang iba Prabowo dan rekan koalisi lain itu patut dicontoh sebagai totalitas pemimpin
"Bukan main Anis Matta dan Prabowo kalau urusan totalitas dan lobby"ujar Abdullah Amas, Direktur Eksekutif ATUM Institute


Komentar
Posting Komentar