ATUM INSTITUTE MEDIA : Kala Prof. Yusril Tolak Tawaran Jadi Capres Demokrat Karena Setia PBB


 “Insya Allah, Saya Maju Capres Melalui PBB”ujar Prof. Yusril kala ditawari ikut Konvensi Capres Demokrat

Dulu jelang Pemilu 2014,salah satu pimpinan Partai Demokrat (PD), Jero Wacik, menelpon Prof. Yusril Ihza Mahendra menyampaikan pesan Ketua Majelis Tinggi PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jero Wacik mengatakan bahwa SBY memahami keberatan Prof. Yusril untuk memenuhi tawaran ikut konvensi capres PD.

"Inti keberatan saya adalah persyaratan harus non-aktif dari partai saya, ketika ikut konvensi dan harus jadi kader PD kalau menang konvensi. PD tetap pada persyaratan demikian, sementara saya tetap keberatan. Jadi tidak ada titik temu antara saya dengan PD. Karena tidak ada titik temu, maka saya kemukakan pendirian bahwa saya tidak dapat memenuhi tawaran ikut konvensi, dengan ucapan terima kasih"tulis Prof. Yusril ketika itu

Menurut Jero, SBY memahami dan menghargai pendirian Prof. Yusril seraya mengatakan di tahun 2004 PD dan Partai Bulan Bintang (PBB) pernah berkoalisi mencalonkan SBY-JK. SBY mendoakan PBB menjadi partai yang besar dan Pak Yusril tetap ada di PBB. Semoga di masa datang, PD dan PBB dapat berkerjasama kembali. Demikian pesan SBY yang disampaikan melalui Jero Wacik agar dapat dimaklumi.

"Dengan demikian, jelaslah saya tidak akan ikut konvensi capres PD. Saya mendoakan semoga PD berhasil menyelenggarakan konvensi tersebut. Selanjutnya saya akan terus aktif membesarkan PBB, dan insya Allah saya akan maju sebagai capres melalui partai saya sendiri. Untuk itu saya mohon dukungan dan doa restu dari rakyat Indonesia yang bersimpati kepada perjuangan PBB"kata Prof. Yusril


Ya. Prof. Yusril paham betul tentang kesetiaan dan kita tahu bagaimana karakter SBY kerap lupa orang atau suka memberi janji. Misal kala Prof. Yusril maju Pilgub DKI, SBY memberi janji angin sorga bakal mendukung, tahunya usung anaknya sendiri


Kesetiaan Prof. Yusril Ihza Mahendra pada Partai Bulan Bintang adalah pantulan cermin keteladanan ditengah oase politik hari ini yang memerlukan orang-orang teguh pada cita-cita. Insya Allah 2024 menjadi pertemuan sesama orang yang teguh pada cita-cita untuk Indonesia Bangkit

Komentar

Postingan Populer