ATUM INSTITUTE MEDIA : PBB Dan Prof. Yusril Lebih Setia NU Daripada Partai Berbasis NU


 ATUM INSTITUTE MEDIA : PBB Dan Prof. Yusril Lebih Setia NU Daripada Partai Berbasis NU


Mandat Warga Nahdliyin ke Pilpres 2024 sebaiknya diberikan ke Cawapres dari Partai satu-satunya yang pernah diikuti oleh K.H Hasyim Asyari yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra.


Prof. Yusril jugalah yang memberi jalan Gus Dur menjadi Presiden 2024. Hingga K.H Abdullah Faqih memuji-muji kebesaran jiwa Prof. Yusril Ihza Mahendra


Ketiga, Warga Nahdliyin sudah pernah memberikan suara ke dua Partai berbasis NU yaitu PPP dan PKB dan hasilnya tak banyak yang bisa diberikan pada warga Nahdliyin, malah yang satu PKB kerap mengabaikan seruan PB NU dan satunya PPP kerap mengkerdilkan Kader NU da meminggirkan Wagub Jateng dan Jabar yang notabene Tokoh NU yang jadi kader PPP ke posisi tak strategis di PPP.


Kini saatnya mandat warga Nahdliyin diberikan ke PBB dan Prof. Yusril Ihza Mahendra yang sudah terbukti takzim pada sesepuh NU dan mengangkat NU memimpin Bangsa.

Temui Kyai Langitan


Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, mengadakan pertemuan khusus dengan KH Ubaidillah Faqih, Pimpinan Pondok Pesantren Langitan di Babat, Jawa Timur.


Bukan tanpa alasan, kedatangan Yusril yang didampingi Sekjen PBB Afriansyah Noor dan Ketua DPW PBB Jawa Timur Muhammad Masduki itu, terkesan tertutup. Kiyai Ubaidillah hanya ditemani putranya, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Langitan Gus Alawi


K.H Abdullah Faqih dikenal suka memuji Prof. Yusril yang dinilai anak Masyumi tapi rela memberi kursi Presiden untuk Gus Dur.


Direktur Eksekutif ATUM Institute Abdullah Amas menyebut Di Jatim, Federasi Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia DPD Jatim sudah memberikan dukungan ke Prof. Yusril untuk maju Cawapres.


Selain itu ATUM Institute menilai kunjungan Prof. Yusril ke keluarga sesepuh PKNU selain faktor kedekatan K.H Abdullah Faqih juga PKNU yang didirikan sang Kyai juga pernah berkoalisi dengan PBB dalam Aliansi Hijau.


"Potret sejarah PBB dan NU termasuk para Kyai senior sangat dashyat kedekatannya, cinta M.Natsir inspirator PBB dan K.H Hasyim Asyari membuahkan resolusi Jihad santri di Surabaya, kini saatnya di Jatim, PBB Bangkit dan safari Prof. Yusril menandakan Jatim bakal mendapat penanganan lebih serius, yang kedua, Prof. Yusril yang dulu dideklarasikan di Surabaya sebagai Gus YIM merasakan betul bahwa Jatim adalah lumbung utama menangi Pilpres dimana Prof. Yusril ingin maju sebagai Cawapres"ujar Amas


Terakhir, PBB ingin menjadi Partainya Santri Nahdliyin dengan betul-betul merasakan denyut spiritualitas kebangkitan Ulama dalam membangun negeri ditandai dengan kunjungan Prof. Yusril ke Kyai dan dzuriyat Nahdlatul Ulama. 


"Prof. Yusril sendiri sejatinya adalah Kyai dan pernah dideklarasikan di surabaya jelang 2014 sebagai Gus YIM, 2019 juga muteri basis NU seperti Sidogiri dan Madura, hari ini ke Kyai Langitan, jadi Prof. Yusril ingin Kebangkitan Ulama dan Santri di Jatim dengan spirit sebagai Bung Tomo yang memegang mandat penyelamatan NKRI oleh para Santri dan Kyai, PBB sebagai Partai yang selalu mengakbarkan Allah dan selalu takzim pada Kyai termasuk Gus Dur insya Allah suaranya akan meledak ke papan atas di Jawa Timur"ujar Abdullah Amas

Komentar

Postingan Populer