Hadapi Krisis Global 2026, APN Ajak Generasi Muda Miliki Tabungan Cadangan 4 Bulan dan Setop Gaya Hidup ‘Flexing’
Hadapi Krisis Global 2026, APN Ajak Generasi Muda Miliki Tabungan Cadangan 4 Bulan dan Setop Gaya Hidup ‘Flexing’
JAKARTA – Memasuki tahun 2026, awan mendung ekonomi global mulai menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menanggapi ancaman krisis tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemuda Nasional (DPP APN) mengambil langkah proaktif dengan memberikan peringatan dini kepada generasi muda Indonesia agar segera melakukan mitigasi finansial secara mandiri.
Ketua Umum DPP APN, Lilik, menegaskan bahwa kesiapan mental dan finansial adalah kunci utama untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang diprediksi akan sangat menantang di tahun ini.
Darurat Dana Cadangan: Minimal 4 Bulan ke Depan
Dalam keterangannya kepada awak media, Lilik yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah KATATINA (Komite Keluarga Tangguh Krisis dan Bencana) menekankan pentingnya memiliki instrumen pengaman berupa dana darurat.
"Kami mengimbau seluruh anak muda untuk segera mempersiapkan diri. Miliki cadangan hidup ke depan minimal untuk 4 bulan. Ini bukan lagi sekadar saran, tapi kebutuhan mendesak agar kita tidak goyah saat badai ekonomi benar-benar melanda," tegas Lilik.
Lilik yang saat ini memimpin sebagai Ketua Tim Satgas Krisis Global 2026 DPP APN menambahkan bahwa angka 4 bulan adalah batas aman minimal bagi seseorang untuk mencari solusi atau peluang baru jika terjadi guncangan pada sumber penghasilan utama.
Tinggalkan Budaya 'Flexing', Adopsi Filosofi Hemat
Salah satu poin krusial yang disorot oleh Lilik adalah tren gaya hidup pamer atau flexing yang banyak menjangkiti generasi muda di media sosial. Menurutnya, perilaku konsumtif demi validasi sosial harus segera dihentikan.
"Hindari flexing. Jangan habiskan energi dan uang untuk sesuatu yang sifatnya semu. Sekarang waktunya kita kembali ke prinsip dasar ekonomi yang kuat," ujarnya.
Sebagai solusi konkret, Lilik menganjurkan generasi muda untuk mengadopsi pola pikir dan gaya hidup masyarakat Tiongkok yang dikenal sangat disiplin dalam mengelola keuangan.
Frugal Living: Mengutamakan fungsi di atas gengsi.
Hati-hati dalam Pengeluaran: Menimbang matang-matang setiap rupiah yang keluar.
Prioritas Menabung: Menjadikan tabungan sebagai pos utama, bukan sisa dari pengeluaran.
Peran Strategis Satgas Krisis Global 2026
Melalui Satgas Krisis Global 2026, APN berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan literasi keuangan bagi pemuda di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan nasional yang dimulai dari ketahanan finansial individu dan keluarga.
"Krisis mungkin tidak bisa kita hindari secara global, tapi dampaknya bisa kita minimalisir jika kita tangguh secara personal. Mari kita bangun budaya hemat dan waspada mulai hari ini," tutup Lilik.
Penulis: Tim Media APN Topik: Ekonomi, Kepemudaan, Krisis Global 2026



Komentar
Posting Komentar