HEBOH! Abdullah Amas Tantang Audit Transparan Harta Megawati, SBY, hingga Jokowi: "Berani Bersih, Berani Diaudit
HEBOH! Abdullah Amas Tantang Audit Transparan Harta Megawati, SBY, hingga Jokowi: "Berani Bersih, Berani Diaudit!"
JAKARTA – Isu transparansi harta kekayaan para mantan Presiden Republik Indonesia kembali memanas. Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB HMI, Abdullah Amas, secara blak-blakan menyuarakan perlunya audit menyeluruh terhadap kekayaan para elite utama Indonesia, yakni Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo (Jokowi).
Amas menilai bahwa kecurigaan atau swasangka publik terhadap kekayaan para pemimpin negara adalah hal yang sangat manusiawi dan wajar dalam sebuah negara demokrasi. Menurutnya, untuk mengakhiri polemik dan prasangka yang terus bergulir di tengah masyarakat, langkah paling konkret adalah melalui audit independen.
Ujian Nyata Integritas Pemimpin
"Kalau memang benar-benar bersih dan ingin menjaga nama baik sejarah, ya mereka harus berani diaudit harta kekayaannya. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral kepada rakyat," ujar Amas dengan nada tegas.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Amas menekankan bahwa posisi Presiden adalah jabatan publik tertinggi yang memiliki akses luar biasa terhadap sumber daya negara. Oleh karena itu, integritas seorang pemimpin tidak cukup hanya diucapkan melalui pidato, melainkan harus dibuktikan melalui data yang valid dan terbuka.
Membangun Budaya Politik Baru
Menurut Amas, audit terhadap tokoh-tokoh besar seperti Megawati, SBY, dan Jokowi akan menjadi milestone atau tonggak sejarah baru dalam penegakan hukum dan transparansi di Indonesia. Jika para tokoh bangsa ini bersedia membuka diri, hal itu akan memberikan efek domino positif:
Menepis Fitnah: Membuktikan secara hukum bahwa kekayaan yang dimiliki berasal dari sumber yang sah.
Edukasi Politik: Mengajarkan kepada pejabat publik di level bawah bahwa tidak ada yang kebal terhadap pengawasan.
Kepercayaan Publik: Mengembalikan kepercayaan rakyat yang seringkali skeptis terhadap gaya hidup para elite.
"Bagus Kalau Diaudit"
Amas menyimpulkan bahwa langkah ini bukanlah bentuk serangan politik, melainkan upaya pencucian nama baik secara institusional.
"Bagus kalau audit itu dilakukan. Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi soal kejujuran. Kita ingin melihat siapa di antara mereka yang benar-benar meninggalkan warisan (legacy) bersih bagi bangsa ini," pungkasnya.
Hingga saat ini, dorongan untuk melakukan audit kekayaan mantan presiden terus menjadi bola salju di ruang publik, menanti keberanian politik dari instansi terkait maupun kerelaan dari para tokoh yang bersangkutan



Komentar
Posting Komentar