The Khofifah Institute Puji Kebijakan WFH Gubernur Khofifah Tiap Rabu


 The Khofifah Institute Puji Kebijakan WFH Gubernur Khofifah Tiap Rabu.


 Founder The Khofifah Institute (TKI) menilai Gubernur cermat, sigap dan tepat membaca situasi global


Berikut ulasan global

Langkah Taktis dari Jemursari

SURABAYA – Di tengah pergeseran tren kerja global yang kian cair, langkah Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Rabu menuai sorotan. Kebijakan ini dinilai bukan sekadar respons teknis terhadap kepadatan lalu lintas atau efisiensi kantor, melainkan sebuah pembacaan tajam terhadap dinamika zaman.


Amas, Founder The Khofifah Institute (TKI), menyebut manuver sang Gubernur sebagai langkah yang "cermat, sigap, dan tepat." Menurutnya, Khofifah berhasil menangkap kegelisahan pekerja modern yang menuntut keseimbangan antara produktivitas dan fleksibilitas.


"Ini adalah bentuk keberanian pemimpin daerah dalam merespons situasi global. Gubernur tidak gagap melihat perubahan pola kerja pasca-pandemi yang kini menjadi standar di banyak negara maju," ujar Amas kepada awak media, Rabu pekan lalu.


TKI mencatat bahwa penerapan WFH satu hari dalam sepekan ini berpotensi menekan emisi karbon di titik-titik macet Surabaya sekaligus meningkatkan kesehatan mental para ASN. Di balik meja kerjanya yang rimbun dengan berkas, Khofifah tampaknya sedang bereksperimen: membuktikan bahwa loyalitas dan kinerja tidak melulu diukur dari absensi fisik di kantor, melainkan dari output yang dihasilkan di ujung gawai.


Namun, tantangan klasik tetap membayangi. Pengawasan sistem kerja jarak jauh dan kesiapan infrastruktur digital di level teknis akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi kebijakan ini. Bagi Amas dan TKI, Rabu WFH adalah "test drive" menuju birokrasi yang lebih adaptif.


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap hari Rabu bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khofifah mengatakan kebijakan itu untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).


"Mulai minggu depan, mulai minggu depan WFH kita jatuhnya pada hari Rabu," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (25/3/2026).


Khofifah menjelaskan, pemilihan hari Rabu telah melalui proses pertimbangan yang matang. Ia sengaja menghindari WFH pada Jumat untuk mencegah adanya kecenderungan ASN memanfaatkan waktu untuk libur panjang (long weekend), yang justru berpotensi meningkatkan penggunaan BBM karena mobilitas wisata atau pulang kampung.


Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, kebijakan WFH ini sudah dihitung bersama Wakil Gubernur Emil Dardak. Kalkulasi mereka, rata-rata jarak tempuh ASN menuju kantor mencapai 28 kilometer pulang-pergi, maka peniadaan satu hari perjalanan dinas ke kantor dianggap mampu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi BBM.


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap hari Rabu bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khofifah mengatakan kebijakan itu untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).


"Mulai minggu depan, mulai minggu depan WFH kita jatuhnya pada hari Rabu," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (25/3/2026).


Khofifah menjelaskan, pemilihan hari Rabu telah melalui proses pertimbangan yang matang. Ia sengaja menghindari WFH pada Jumat untuk mencegah adanya kecenderungan ASN memanfaatkan waktu untuk libur panjang (long weekend), yang justru berpotensi meningkatkan penggunaan BBM karena mobilitas wisata atau pulang kampung.


Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, kebijakan WFH ini sudah dihitung bersama Wakil Gubernur Emil Dardak. Kalkulasi mereka, rata-rata jarak tempuh ASN menuju kantor mencapai 28 kilometer pulang-pergi, maka peniadaan satu hari perjalanan dinas ke kantor dianggap mampu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi BBM.



Komentar

Postingan Populer